Ratna Vitadiani

people profit passion planet performance patience persistence positive purpose practice perseverance perfection
Recent Tweets @vitadiani
Kau Tak Kunjung Menyadarinya

Sepertinya kita memang diciptakan untuk bersama. Hanya saja kau masih sibuk mencari dan mengejar yang tak kunjung nyata.
Menolehlah, dan lihat, ada seseorang di sampingmu yang siap kau ajak berlari, berjalan, mengendap, melompat-lompat kecil atau bahkan menari-nari seperti anak-anak pedesaan di bawah rintikan hujan.

Aku sudah siap, hanya saja kau tak kunjung menyadarinya.

(via jalansaja)
Dia super sibuk.
Pikirannya dipenuhi dengan urusan bisnis.
Dia lebih memilih pemikiran kritis dibanding drama romantis.
Dia lebih menyukai cerita nonfiksi dan berita membosankan dibanding cerita cinta yang indah.
Dia bukan tipe lelaki yang setiap detik memberi perhatiannya dan bertanya apa kabar.
Tapi…
Dia tetap mencuri hatiku dengan berkata;
'Yang, aku menyisihkan uangku hari ini untuk masa depan kita nanti.'
atau
'Yang, aku tidak pernah berhenti berjuang demi hubungan kita, aku akan disana, ke tempat dimana kamu berada, jadi jemput aku segera di bandara, agar aku bisa memelukmu lebih cepat.'
Love is a sweet thing, isn’t it? (via kunamaibintangitunamamu)

Ku kira pertemuan kita berakhir di rumah. Sebuah rumah dengan genting merah dan lantai kayu. Dengan teriakan-teriakan kecil dari kaki-kaki kecil yang melangkah penuh tenaga. Berteriak menyebutmu mama dan memanggilku ayah.

Mana ada kamu di rumahku. Kamu hanya ada di pikiranku. Bahkan rumah itu…

Jadi salah satu cita-cita saya jadi 100 orang paling berpengaruh di dunia gitu. Terus lagi, jadi 100 orang terkaya versi majalah forbes hahahahaha!. Iya emang saya suka bermimpi, kan bermimpi itu seperti niat. Walau tidak terwujud tapi tetap berpahala :)

jalansaja:

Bila seorang lelaki yang awalnya selalu memberimu perhatian lebih dulu lalu tiba-tiba menghilang. Bisa jadi dia sedang mencari tahu apakah kau juga membutuhkannya.

Jangan cuma didiamkan, jangan cuma nunggu disapa duluan. Sapalah dia. Bila dia justru mengacuhkan, bisa jadi dia memang cuma numpang kasih perhatian, mulailah berpikir untuk meninggalkan.

Aku tengah menunggu kedewasaanmu bersikap. Jika iya, ayo jalan bersama. Bila tidak, mari hentikan saja. Ragumu hanya mengundang seribu tanda tanya baru.
(via jalansaja)

Dulu ketika saya menjabat sebuah jabatan strategis ingin rasanya merubah perilaku saya. Saya yang urakan, hobi ketawa dan triaktriak, omonganya ceplas ceplos. Ingin berubah menjadi orang yang lebih berkharisma. Mungkin dulu saya berfikir saya akan jadi contoh maka saya harus sempurna. Namun seberusaha apapun saya berubah saya tidak bisa. Sifat asli saya selalu keluar. Ibu saya berkata “tak perlu berubah hanya karena omongan orang lain, kamu akan di pandang dan di hormati dengan cara yang berbeda, kalau kamu jadi diri sendiri justru kamu lebih di sayangi dari pada kamu berpura-pura”. Sedikit kata untuk saya dari ibu tercinta. Yang saya rasakan saat ini pun saya nyaman memimpin dengan gaya saya sendiri yang seperti ini. Entah orang lain menerimanya atau tidak tapi saya selalu merasa nyaman jika saya menjadi diri sendiri tanpa harus berpura-pura

annisanis:

"bebas, terserah kau, kemana mau pergi. Asal aku ikut" - Pidi Baiq

Masa depan tidak terletak pada pekerjaan, tetapi pada orang yang mengerjakan.
George Crane (via indonesiasastra)

kuntawiaji:

Saat sedang ngobrol santai sambil makan sate di UI Depok beberapa tahun yang lalu, Oknum B berkata kepada saya, “Lo ngapain jadi dokter? Sekarang dokter udah ga ada gunanya. Nanti kalau sakit kita tinggal buka aplikasi di komputer terus masukin gejala-gejala penyakit kita, terus keluar deh…