Ratna Vitadiani

people profit passion planet performance patience persistence positive purpose practice perseverance perfection
Recent Tweets @vitadiani
Perempuan itu harus sekolah tinggi-tinggi. Karena akan mencetak generasi penerus yang cerdas. Karena seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Betapa bangganya seorang anak jika ia tahu bahwa ia lahir dari rahim seorang perempuan lulusan sekolah tinggi. Betapa bangganya seorang anak diajarkan di fase kehidupan awalnya oleh seorang perempuan cerdas, yaitu ibunya sendiri.
Jadi, perempuan itu jangan takut buat sekolah tinggi-tinggi.

Seorang Profesor

Jakarta, 8 September 2014
13:54

(via estehmanistanpagula)

rasanya ingin sekali mengeluh, ketika semua selalu mengandalkanku. ketika tubuh ini mulai memberontak. namun tak pantas rasanya, karena sekedar menceritakanya saja kutakut salah dalam berucap
Hanya sebagian kecil dari diri kita yang diketahui orang lain, selebihnya mereka hanya menerka-nerka.

kurniawangunadi

(via kurniawangunadi)

sejak kecil, saya sangat tidak menyukai kata kata “tidak mungkin” karena saya tahu, tidak ada yang tidak mungkin, hanya waktu, ataupun kita yang belum siap menerimanya
Kau Tak Kunjung Menyadarinya

Sepertinya kita memang diciptakan untuk bersama. Hanya saja kau masih sibuk mencari dan mengejar yang tak kunjung nyata.
Menolehlah, dan lihat, ada seseorang di sampingmu yang siap kau ajak berlari, berjalan, mengendap, melompat-lompat kecil atau bahkan menari-nari seperti anak-anak pedesaan di bawah rintikan hujan.

Aku sudah siap, hanya saja kau tak kunjung menyadarinya.

(via jalansaja)
Dia super sibuk.
Pikirannya dipenuhi dengan urusan bisnis.
Dia lebih memilih pemikiran kritis dibanding drama romantis.
Dia lebih menyukai cerita nonfiksi dan berita membosankan dibanding cerita cinta yang indah.
Dia bukan tipe lelaki yang setiap detik memberi perhatiannya dan bertanya apa kabar.
Tapi…
Dia tetap mencuri hatiku dengan berkata;
'Yang, aku menyisihkan uangku hari ini untuk masa depan kita nanti.'
atau
'Yang, aku tidak pernah berhenti berjuang demi hubungan kita, aku akan disana, ke tempat dimana kamu berada, jadi jemput aku segera di bandara, agar aku bisa memelukmu lebih cepat.'
Love is a sweet thing, isn’t it? (via kunamaibintangitunamamu)

Ku kira pertemuan kita berakhir di rumah. Sebuah rumah dengan genting merah dan lantai kayu. Dengan teriakan-teriakan kecil dari kaki-kaki kecil yang melangkah penuh tenaga. Berteriak menyebutmu mama dan memanggilku ayah.

Mana ada kamu di rumahku. Kamu hanya ada di pikiranku. Bahkan rumah itu…

Jadi salah satu cita-cita saya jadi 100 orang paling berpengaruh di dunia gitu. Terus lagi, jadi 100 orang terkaya versi majalah forbes hahahahaha!. Iya emang saya suka bermimpi, kan bermimpi itu seperti niat. Walau tidak terwujud tapi tetap berpahala :)

jalansaja:

Bila seorang lelaki yang awalnya selalu memberimu perhatian lebih dulu lalu tiba-tiba menghilang. Bisa jadi dia sedang mencari tahu apakah kau juga membutuhkannya.

Jangan cuma didiamkan, jangan cuma nunggu disapa duluan. Sapalah dia. Bila dia justru mengacuhkan, bisa jadi dia memang cuma numpang kasih perhatian, mulailah berpikir untuk meninggalkan.

Aku tengah menunggu kedewasaanmu bersikap. Jika iya, ayo jalan bersama. Bila tidak, mari hentikan saja. Ragumu hanya mengundang seribu tanda tanya baru.
(via jalansaja)